Skip to main content

Install PostgreSQL 11.4 di Centos 7

PostgreSQL, nama RDBMS ini mungkin sudah tidak asing lagi di telinga para antusias IT. Tidak sedikit production database perusahaan-perusahaan besar menggunakan PostgreSQL untuk meng-handle data RDBMS perusahaannya. Usut punya usut si PostgreSQL ini salah satu pesaingnya si rajanya RDBMS yang logonya warna merah .
Pada artikel ini saya akan membahas tutorial instalasi database server PostgreSQL, tapi sebelum mulai tutorial untuk install PostgreSQL ada baiknya buat kita kenalan lebih deket lagi dengan si database gajah ini karna tak kenal maka tak sayang. Biar makin sayang sama si database gajah ini maka saya kenalin dulu si RDBMS PostgreSQL ini :

PostgreSQL adalah tools basis data open source advance yang dikembangkan oleh community di dunia.

PostgreSQL di desain untuk ekstensibilitas dan kostumisasi penggunanya, salah satu tools kostumisasi yang lagi rame dan sangat powerfull contohnya Foreign Data Wrapper (FDW).

Dukungan SQL yang memenuhi ANSI / ISO.

Secara aktif dikembangkan selama lebih dari 20 tahun.

  • University Postgres (1985-1993)
  • Postgres9.X (2010-2016
  • Postgres10.X (2017-now)
  • Postgres11.X (2018-now)
  • PostgreSQL (2019-now)

Selain versi Community, Postgres juga memiliki versi enterprise, enterprise postgres saat ini di pegang oleh dua principle, antara lain Enterprisedb dan Fujitsu.
Untuk artikel ini saya fokuskan di PostgreSQL, di artikel selanjutnya saya akan posting Enterprisedb dan FujitsuDB Postgres. Oke gausah banyak lama lagi, langsung aja ke topik utama.

PostgreSQL menyediakan dua metode install, antara lain offline installer menggunakan tarball atau dengan menggunakan online repository. Di artikel ini saya akan berikan tutorial untuk install menggunakan tarball dan online repo.

 

[INSTALL MENGGUNAKAN TARBALL]

Pertama tama download tarball PostgreSQL di halaman official website  https://www.postgresql.org/

Saat ini yang saya gunakan adalah PostgreSQL 11.4 dan tarball yang saya download bernama postgresql-11.4.tar.gz 

  • Siapkan user OS dengan nama postgres, user ini adalah user default yang akan digunakan untuk management database PostgreSQL

  • Install library yang dibutuhkan

  • Extract tarball postgresql-11.4.tar.gz , setelah proses extract selesai pada direktori yang sama akan menghasilkan direktori bernama postgresql-11.4

  • Lakukan instalasi dengan cara menggunakan command berikut

pastikan ketiga command diatas dapat berjalan dengan lancar. Jika proses instalasi sudah selesai secara default lokasi hasil dari instalasi PostgreSQL 11.4 akan tersimpan di “/usr/local/pgsql/”.

  • Cek versi postgresql, pastikan binary postgres yang sudah terinstall adalah v 11.4

 

[INSTALL MENGGUNAKAN REPOSITORI]

Buka website official PostgreSQL berikut untuk mendapatkan repository www.postgresql.conf/download

Pada kolom version pastikan menggunakan Version 11.

Pada kolom architecture gunakan x86_64.

Lalu secara otomatis link repositori PostgreSQL 11 untuk Sistem Operasi Centos7 akan ter-generate

berikut adalah tahap selanjutnya yang perlu dilakukan untuk install PostgreSQL menggunakan repository :

  • Install RPM Repository PostgreSQL

  • Install paket PostgreSQL Client

  • Install paket PostgreSQL Server

Secara default binary, library dan kelengkapan PostgreSQL nya tersimpan di “/usr/pgsql-11/”

  • Cek versi postgresql hasil dari online install

Sampai sini binary, library dan kelengkapan database server PostgrSQL sudah terinstall dan sudah siap untuk digunakan, tahap selanjutnya membuat cluster data yang akan dibuat di artikel selanjutnya.
Semoga Bermanfaat.

 

Gajah mati tinggalkan gading, Manusia mati tinggalkan nama, Agan dateng kesini jangan lupa tinggalin komentar 

Salam Olahraga Senam Jari . . .

Install Nexus Repository di Ubuntu 16.04

Mungkin dari kita yang sering mengoperasikan docker sudah sering mendengar docker hub, atau sering dikenal sebagai aplikasi untuk menyimpan image docker, atau mungkin banyak developer seperti java, ketika setelah build code maka akan menghasilkan artifact .jar atau .war, dan itu biasanya disimpan pada maven central repository atau software sejenisnya. semua itu bisa berjalan dengan baik jika jumlah service atau image dockernya masih sedikit, namun jika jumlanhnya sudah banyak maka akan muncul banyak masalah, diantaranya cost dan privasi code atau image yang kita simpan, walaupun dari masing2 provider menjanjikan keamanan, namun kita tidak tahu dibelakangnya seperti apa.

kali ini saya akan membahas software Nexus Repository OSS, dimana kita dapat menyimpan docker image dan artifact code (java, nodejs, Ruby gems, dll). Untuk product nexus cukup banyak dan berbayar, namun saat ini kita akan mengunakan Nexus Repository OSS yang free, dan bagusnya nexus juga menyediakan plugin di Jenkins, sehingga lebih mudah untuk di integrasikan.

Read More

Install Jenkins untuk CI/CD di ubuntu 16.04

Mungkin banyak dari anda sudah mendengar jenkins, namun belum tau fungsi dan kegunaan sesunguhnya aplikasi jenkins ini. cara gampangnya jenkins merupakan software automation berbasis opensource yang berfungsi untuk mengotomasi pekerjaan yang dilakukan secara manual dan berulang2, dan biasanya digunakan untuk continuous integration dan continous delivery sebuah software apps.

Selain itu pasti anda sering mendengar kata “DevOps“, jenkins ini merupakan devops toolchain yang cukup populer digunakan untuk proses CI/CD (Continous Integration / Continous Delivery), Jenkins menjadi populer karena berbasis opensource dan memiliki banyak plugin yang dapat digunakan untuk diintegrasikan dengan aplikasi lain seperti gitlab, gitlab, kubernetes, openshift dan lain sebagainya. Woow Keren yaa 😀

Jenkins adalah aplikasi berbasis Java dan berjalan berbasis web (WAR => Web Application Archive), selain jenkins sebenernya ada tool lain yaitu Circle CI, Gitlab CI, Bamboo dan masih banyak yang lainnya, namun karena saya suka aplikasi opensource dan free maka saya pilih Jenkins.

Read More

Install GitLab di Ubuntu 16.04

GitLab CE atau Community Edition adalah software open source yang digunakan untuk host git repositori, dengan tambahan fitur untuk development apps seperti issue tracking dan lainnya. GitLab )memiliki 2 product yaitu GitLab CE (Community Edition) dan GitLab EE (Enterprise Edition). selain itu GitLab juga punya versi hosting di internet seperti GitHub.

Beberap Fiur pada GitLab :

Read More

Belajar Fortigate : Easy Create Remote VPN atau SSL VPN Tunnel

Hallo bro,

Barangkali anda sedang mencari product buat solusi vpn user atau anda sedang belajar fortigate cara seting vpn user atau ssl vpn atau anda belum tau vpn user itu apa? 🙂 Jadi istilah remote vpn, ssl vpn, vpn user atau mobile vpn itu pada dasarnya memliki maksud yang sama yaitu menghubungkan user yang ada di luar atau remote user bisa koneksi ke internal network baik melalui komputer laptop atau gadget. Solusi ini cocok untuk anda yang memiliki mobilitas tinggi, jadi anda tidak perlu ke kantor jika ingin akses suatu resource di kantor anda.

Ok mari kita coba kenal product fortigate dan license yang ditawarkan untuk solusi ssl vpn.

sumber : http://help.fortinet.com/fclient/olh/5-4-0/Content/FortiClient-5.4.0-Admin/100_Intro/110_Licensing+.htm

Extend Storage VM EC2 AWS Tanpa Reboot

Jika Anda memiliki VM production dan critical di AWS yang ingin ditambahkan ukuran storagenya namun khawatir akan menyebabkan downtime, kini Anda bisa melakukan extend storage di EC2 tanpa perlu reboot sehingga tidak akan ada downtime dari sisi server/aplikasi. Untuk langkah-langkahnya yuk ikuti di bawah ini :

  1. Login ke instance EC2, dan jalankan command lsblk untuk mengetahui list block device yang ter-attach di server

    Di contoh tutorial ini, pada VM ter-attach block storage sebesar 8GB
  2. Login ke AWS Console, masuk ke service EC2, dan pilih menu EBS (Elastic Block Storage) di bagian kiri menu.
  3. Pilih volume yang ingin diresize, lalu pilih menu Actions > Modify Volume
  4. Sesuaikan size volume yang diinginkan, Anda juga bisa mengubah jenis volume di menu ini. Di contoh ini, kita akan besarkan volume dari 8GB menjadi 12GB. Klik Modify lalu Yes untuk konfirmasi.
  5. Di instance EC2, jalankan kembali command lsblk untuk mengetahui apakah penambahan storage sudah terbaca di sistem

    Disini terlihat device xvda sudah bertambah menjadi 12GB
  6. Langkah selanjutnya adalah melakukan resize partisi dari sisi VM
  7. Setelah partisi diresize, langkah selanjutnya adalah extend file system. Jika file system VM Anda adalah ext2, ext3, atau ext4, Anda dapat menggunakan command resize2fs, jika file system xfs menggunakan xfs_growfs. Untuk mengetahui file system dapat menggunakan command lsblk -f atau df -Th. Di tutorial ini, saya menggunakan Amazon AMI dan default file systemnya adalah xfs.
  8. Terakhir, jalankan kembali command lsblk untuk mengecek apakah storage tambahan sudah ter-apply.
  9. Anda bisa jalankan command df -H untuk mengetahui capacity dan usage storage.

Demikian tutorial penambahan storage EC2, proses ini dapat dilakukan dengan cepat dan tidak membutuhkan reboot sistem. Semoga bermanfaat.

Belajar Fortigate : Bagaimana cara apply IPS di fortigate firewall

Hallo,

Kita lanjut belajar fortigate, kali ini kita akan coba membahas bagaimana kita akan mengapply rule IPS pada fortigate. Tidak ada kesulitan atau langkah-langkah yang sulit untuk mengapply rule IPS di fortigate, jadi anda tidak perlu khawatir ye 🙂

Baik mari kita ikuti langkah-langkah di bawah ini.

Langkah 1 : Pastikan license IPS sudah terinstall dan sudah update.

Cara cek nya masuk ke menu System->Fortiguard

Read More

Konfigurasi High Availability Juniper SRX Firewall dan HA Testing Failover

Hallo bro,

Buat anda yang lagi belajar juniper srx, atau anda lagi mendesign juniper dengan redundansi perangkat atau HA, sy rasa tulisan ini cocok buat anda hehe. Design untuk network dengan skala midle to large itu kebanyakan sudah mengadopsi teknik HA. Di Juniper sendiri teknik HA di Firewall SRX di kenal dengan Chassis Cluster. Nah chassis clsuter ini memungkinkan dua device dapat berfungsi atau beroperasi seperti satu perangkat. tentu fungsi HA nya yang kita inginkan.  Model design di juniper SRX sebenarnya tidak jauh beda dengan design HA di product security yang lain. Di bawah ini adalah beberapa prerequisite ketika anda mendesign HA juniper SRX.

Prerequisites

a. Model Chassis SRX harus sama

Misal pada contoh di atas ada SRX300 maka pasangannya nanti juga harus dengan seri SRX300 juga.

b. Versi Junos kedua SRX harus sama

Device SRX 1 dan 2 versi junos nya harus sama persis, anda bisa confirm atau check dengan command show version.

c. License kedua device juga harus sama.

Anda bisa confirm dengan command show system license, seperti contoh berikut.

Jika anda membeli license untuk SRX Cluster, maka anda perlu membeli nya untuk kedua device tersebut. Tidak bisa anda beli untuk salah satu nya saja.

d. Backup dan delete semua config existing

Saya sarankan anda backup dulu semua config kedua SRX, atau default config nya. lalu anda hapus semua config nya. Kenapa dihapus semua, supaya anda tidak pusing masalah config interface terutama, misal ada perbedaan config atau ada config di salah satu device yang belum dihapus, sehingga proses build HA nya tidak berjalan baik. Read More

Konfigurasi VPWS service pada Router Nokia

VPWS (Virtual Private Wire Network) juga dikenal dengan nama VLL (Virtual Leased Line) adalah service point-to-point yang mengemulsi koneksi private leased line. Pada service ini  hanya terdapat maksimal 2 endpoint dan tidak boleh lebih.

Pada tulisan ini akan dibahas mengenai konfigurasi service point-to-point local seperti topologi dibawah ini:

Router R1 bisa dikatakan transparent terhadap router CE1 dan CE2. Pada router Nokia service VPWS untuk ethernet bernama Epipe (Ethernet Pipe).

Epipe dapat dikonfigurasi dengan mudah seperti pada command berikut:

Verifikasi dapat dilakukan dengan melakukan ping atara CE1 dan CE2

CE1

CE2